Tips Memilih Lensa Kamera Terbaik

Lensa telah menjadi peran yang sangat penting dan bahkan bisa disebut sebagai tombak dari hasil dan karya yang luar biasa dalam dunia fotografi. Kualitas yang dihasilkan sangat dipengaruhi oleh lensa apa yang dipakai.

Bagaimana cara memilih lensa kamera yang tepat?

Tidak ada single lens yang cocok untuk semua orang, karena setiap fotografer memiliki kebutuhan sendiri. Apa yang berhasil untuk satu fotografer mungkin tidak bekerja untuk yang lain. Jadi ketahui dulu kebutuhan fotografi Kamu sebelum mencari lensa. Untuk mempersempit pilihan Kamu, pertimbangkan lima faktor ini:

1. Panjang Fokus

Panjang fokus adalah jarak (dalam milimeter) dari pusat lensa ke sensor saat subjek berada dalam fokus. Semakin rendah angkanya, semakin lebar bidikannya. Semakin tinggi angkanya, semakin lama zoomnya.

Jika Kamu ingin memasukkan lebih banyak ke dalam frame, kamu mungkin ingin melihat panjang fokus sudut lebar: 14mm, 20mm, 24mm, 28mm, dan 35mm.

Di sisi lain, jika Kamu ingin sedekat mungkin dengan subjek Kamu, pilih lensa telefoto dengan panjang fokus yang biasanya berkisar antara 50 hingga 100mm. Pastikan Kamu mendapatkannya dengan aperture f2.8 sehingga cahaya yang memadai masih dapat melewatinya.

2. Aperture

Aperture adalah ukuran seberapa banyak cahaya yang bisa masuk ke kamera Kamu. Ini diwakili oleh huruf f dan angka yang sesuai, yang secara kolektif dikenal sebagai f-stop. Angka apertur kecil seperti f1.2 berarti bukaannya lebih lebar, yang memungkinkan lebih banyak cahaya masuk ke lensa, membuatnya bagus untuk memotret dalam cahaya rendah.

3. Lensa prima vs. Lensa zoom

Dapatkan lensa prima jika Kamu ingin memasukkan lebih banyak kecerahan ke dalam bidikan Kamu dan dapat mengubah dan memperbaiki kesalahan pemotretan dengan mudah. Tetapi jika mendapatkan sedekat mungkin dengan subjek adalah prioritas utama Kamu, maka Kamu harus mendapatkan lensa zoom.

Perbandingan lensa prime dan lensa zoom

Main zoom

Ukuran dan berat Lebih kecil dan lebih ringan dari lensa zoom rata-rata Besar, dan besar Portabilitas Lensa prima memiliki panjang fokus tetap, jadi Kamu harus membawa lensa tambahan dengan panjang fokus berbeda untuk berbagai rentang pemotretan. Kamu hanya perlu membawa satu lensa zoom (bukan dua hingga tiga lensa prima) yang mencakup rentang panjang fokus penuh.

Keserbagunaan Panjang fokus ditetapkan pada satu angka dan tidak dapat diubah. Untuk mengubah sudut pkamung, kamera harus dipindahkan secara fisik. Dapat menangani berbagai situasi pemotretan karena panjang fokusnya yang bervariasi

Harga Lebih murah karena konstruksinya yang sederhana Lebih mahal, tetapi biaya satu lensa zoom bisa sangat mirip dengan beberapa lensa prima

Kualitas Gambar Foto yang tajam dan bahkan dalam cahaya redup Kualitas standar; terbaik untuk memotret adegan dari jauh

Kecepatan Umumnya lebih cepat di aperture; ideal untuk memotret subjek yang bergerak cepat namun Tidak memiliki apertur cepat dengan mengimbanginya dengan fitur stabilisasi gambar seperti Canon’s Image Stabilization, Nikon’s Vibration Reduction, Sigma’s Optical Stabilization, atau Tamron’s Vibration Compensation, yang memungkinkan Kamu menggunakan Shutter Speed yang sangat lambat untuk mengambil foto yang tajam dari objek diam.

Lensa prime dan zoom diklasifikasikan lebih lanjut ke dalam jenis lensa yang berbeda, masing-masing melayani tujuan tertentu.

Jenis lensa prima

Standa kamu Mengambil gambar seperti yang Kamu lihat. Hadir dalam panjang fokus 35-80mm. Sebagian besar ahli merekomendasikan dengan Lensa AF Canon EF 50mm f/1.4 USM sebagai permulaan.

Wide-angle Memungkinkan pengambilan gambar tempat atau pemandangan yang lebih luas. Ideal untuk memotret kelompok besar orang dan lanskap.

Fish-eye Variasi dari lensa sudut lebar. Memberikan efek persilangan antara perspektif panorama dan sferis. Telefoto Mendekatkan subjek yang jauh tanpa mendistorsi gambar. Biasanya dilengkapi dengan lensa 75-300 mm.

Super telefoto Memungkinkan kamu menjangkau subjek yang lebih jauh dengan jangkauan 200-400 mm. Fotografer burung biasanya menggunakanlensa ini.

Pada dasarnya memilih lensa kamera harus sangat teliti dan memahami terlebih dahulu keperluan apa yang akita butuhkan, lensa memiliki banyak macam kriteria dan juga model. Lensa untuk kamera dan mirrorless memiliki lensa yang berbeda, salah satu kebingungan fotografer pemula karena mereka tidak memahami perbedaa dari setiap lensa yang dipakai.

Di tahun 2019, ini, banyak sekali lensa yang diumumkan, baik dari produsen kamera seperti Canon, Nikon, Sony maupun pihak ketiga seperti Sigma dan Tamron. Di artikel kali ini, kami memilih sepuluh lensa yang menarik perhatian kami dari sisi keunikan dan terobosan teknologinya.

Lensa-lensa tersebut antara lain:

Tamron 35-150mm f/2.8-4 Di VC OSD

Lensa untuk DSLR ni dibuat oleh Tamron dengan kode ‘Di’ yang artinya punya cakupan sensor full frame, yang memberi rentang fokal serbaguna dari 35mm (masih cukup lebar) hingga 150mm (cukup tele). Bila lensa ini dipasang di sensor APS-C maka fokalnya akan setara 50-200mm yang juga akan menarik karena seperti lensa tele zoom pendek. Lensa ini sudah dilengkapi stabilizer VC dan auto fokus yang cukup oke dan senyap dengan teknologi motor OSD.

Gambar Lensa Sony FE 600mm f/4 GM OSS

Sony FE 600mm f/4 GM OSS

Lensa super-tele G Master dari Sony yang satu ini merupakan terobosan desain baru yang berhasil membuat satu lensa telefoto 600mm yang beratnya hanya 3,04 kg saja sementara lensa sejenis dari merk lain umumnya beratnya hampir mencapai 4 kg. Lensa weathersealed ini akan cocok dipakai memotret satwa liar ataupun liputan olahraga yang cepat di lingkungan ekstrim sekalipun.

Tamron 17-28mm f/2.8 Di III RXD

Tamron 17-28mm f/2.8 Di III RXD

Tamron akhirnya membuat berbagai lensa untuk mirrorless yaitu dengan E-mount untuk Sony, dan salah satu yang menarik di tahun ini adalah hadirnya Tamron 17-28mm f/2.8 RXD yang menjadi alternatif menarik untuk pengguna Sony A7 yang mencari lensa ultra lebar dengan bukaan besar. Dengan rentang fokalnya yang pendek (berakhir di 28mm) maka Tamron justru berhasil membuat lensa ini cukup kecil dan ekonomis, yaitu 420 gram saja (diameter filter 67mm).

Gambar Lensa 7Artisans 75mm f/1.25

7Artisans 75mm f/1.25

Lensa 7Artisans 75mm f/1.25 adalah lensa manual, dengan berbagai opsi mount misalnya Leica M-mount, yang punya kelebihan di bukaan besarnya f/1.25 pada fokal lensa fix 75mm. Lensa ini tentu cocok untuk potret dan dengan bukaan besar memang perlu pengaturan manual fokus yang teliti. Kelebihan lensa ini adalah pada bokehnya. Fisik lensa ini cukup berat karena terbuat dari logam yaitu 608 gram dengan diameter filter 62mm.

Gambar Lensa Nikkor Noct 58mm f/0.95

Nikkor Noct 58mm f/0.95

Inilah lensa Nikon manual fokus dengan 17 elemen seberat 2 kg, yang punya aperture f/0.95 atau lebih besar daripada f/1. Untuk membentuk lubang yang sirkular dalam bukaan sebesar itu, digunakan 11 bilah diafragma dan lensa ini dibuat untuk mirrorless Nikon Z full frame (meski bisa juga dipakai di APS-C seperti Nikon Z50 supaya jadi ekuivalen 85mm). Meski lensa ini tampak besar, tapi dia tetap bisa dipasang filter dengan ukuran 82mm.

Gambar Lensa Canon RF 70-200mm f/2.8L IS USM

Canon RF 70-200mm f/2.8L IS USM

Dari trinity lensa pro L-series untuk mirrorless full frame Canon, kami melihat RF 70-200mm ini sebagai lensa terbaik berkat desainnya yang lebih ringkas dengan kualitas optik yang tinggi. Bila sebelumnya lensa 70-200mm f/2.8 itu identik dengan dimensinya yang besar, maka dengan pendeknya flange back di mirrorless membuat Canon bisa mendesain ulang lensa 70-200mm f/2.8 yang lebih pendek dan ringkas. Lensa baru ini panjangnya kurang dari 10cm saja (meski saat di zoom dia akan memanjang), membuatnya enak di bawa maupun disimpan di tas.

Gambar Lensa Sigma 45mm f/2.8 DG DN C

Sigma 45mm f/2.8 DG DN C

Sigma membuat lensa untuk mirrorless dalam dua mount yaitu Sony E dan L-Mount (karena dia juga tergabung dalam L-alliance) yang menawarkan lensa fix Kecil dengan fokal standar 45mm dan bukaan cukup besar f/2.8. Produk Sigma berkode DG (untuk full frame) dengan kategori C (Contemporary) ini mengedepankan keringkasan dalam ukuran sehingga pengguna kamera L-mount yang selama ini mencari lensa ukuran kecil akhirnya bisa merasakan kepraktisan memotret dengan lensa kecil. Uniknya, mengatur diafragma bisa dilakukan dengan memutar ring aperture yang ada di lensa Sigma ini.

Gambar Lensa Leica APO-Summicron-SL 35mm f/2

Leica APO-Summicron-SL 35mm f/2

Leica APO-Summicron-SL 35mm F2 ASPH termasuk lensa fix dengan L-mount untuk dipasang di Leica SL, atau Panasonic Lumix S1 dan kualitas lensa ini tidak perlu diragukan, juga dengan auto fokusnya dan durability fisiknya termasuk adanya fitur weatherseal. Dengan panjang 10cm, bobot 720 gram, ada 13 elemen didalamnya dan ketajamannya dipersiapkan untuk kamera masa depan yang sensornya diatas 100 megapiksel.

Gambar Lensa Leica SL 35mm f/2 ASPH

Leica SL 35mm f/2 ASPH

Venus Laowa 7,5mm f/2

Bila bicara lensa ultra wide untuk micro 4/3 maka rasanya pilihannya terbatas antara Olympus atau Lumix/Leica, yang harganya diatas 10 juta. Dari situ Laowa, produsen lensa asal China yang terkenal dalam membuat lensa ultra wide, telah cukup lama merilis satu lensa fix dengan fokal 7,5mm yang bukan fisheye, tapi rectilinear sehingga tidak membuat garis menjadi melengkung. Dengan fokal setara 15mm di full frame plus bukaan besar f/2, lensa Laowa 7,5mm ini akan disukai fotografer landscape maupun interior yang memakai kamera dengan sensor Micro 4/3. Lensa ini tidak ada elektorniknya, sehingga memakainya harus di mode manual dan tentunya juga manual fokus.

Gambar Lensa Laowa 7,5mm f/2 untuk MFT misal Lumix dan Olympus

Laowa 7,5mm f/2 untuk MFT misal Lumix dan Olympus

Panasonic Leica DG Vario 10-25mm f/1.7

Bila sebelumnya kita membayangkan lensa dengan bukaan f/1.7 adalah lensa fix, maka kini anggapan ini sudah berubah sejak hadirnya lensa Panasonic Leica 10-25mm f/1.7 untuk micro 4/3. Lensa unik ini tidak kecil dan tidak juga murah namun tetap memberi terobosan besar karena rentang fokalnya setara dengan 20-50mm dengan bukaan konstan ekstera besar f/1.7. Tentunya bukaan sebesar ini akan juga cocok untuk membuat video karena disamping efek sinematik dari bokehnya, juga bukaan besar membantu memasukkan banyak cahaya supaya tidak usah sering pakai ISO tinggi. Hal inilah yang membuat kami menobatkan lensa spesial ini sebagai satu dari sepuluh lensa terbaik di 2019 versi info fotografi.

Gambar Lensa Panasonic Leica DG Vario 10-25mm f/1.7

Panasonic Leica DG Vario 10-25mm f/1.7 yang besar (sumber foto : DPreview)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create your website with WordPress.com
Get started
%d bloggers like this: